Senin, 17 Desember 2012

Kiat-kiat menghadapi teman yang egois

 

Pernah punya temen egois?? Suka gak punya temen kayak gitu?? Gak suka kan... sebenernya sih ya, perlu kita sadari juga bahwa tiap tiap orang memiliki sifat egois... Aku ngaku kok kalo aku juga egois.. tapi mungkn kadar keegoisan tiap orang itu yang berbeda... nah, kalo kadarnya sudah ngelewati batas normal, itutuh egois yang kurang ajar...


Nah mungkin sebagian dari kalian punya temen yang egoisnya kelewat batas normal.. Aku juga kayaknya punya sih... :P Apa karena akhir akhir ini udah minggu minggu nya UAS ya, jadi si dia akhir akhir ini juga kelihatan aslinya... :D hhhehehe...

Dengan ‘keegoisannya’ itu, kita sudah tidak lagi merasa nyaman ketika dekat / bersamanya, jadinya kita akan cenderung menjaga jarak dengannya...

Apalagi tiap selesai ujian, rasanya selalu dia tema utamanya... Banyak yang ngedumel karena perilakunya.... Malah dia pernah ngebuat temen-temenku yang duduk di deketnya nangis... >.<

Bagi kamu yang punya teman tapi memiliki sifat egois yang menurut kamu sudah tidak wajar lagi, saya yakin jika kamu tidak berjiwa besar dan menerima apa adanya dari sifat egois yang dimilikinya, pasti kamu akan merasa tidak nyaman ketika bersamanya. Atau, bisa jadi kamu langsung menjaga jarak dengannya. Berbeda halnya jika kamu merasa bahwa dia adalah sahabat kamu, pastinya kamu akan berusaha untuk memberikan perubahan kepada teman kamu itu agar bisa mengurangi keegoisannya dan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. So, kalau kamu memang ingin melakukan hal tersebut, kamu bisa mencoba cara mbah google tentang bagaimana menghadapi teman yang memiliki sifat egois. So, cekidot :

1. Sabar

>> Pastinya disini kamu memang harus lebih sabar menghadapinya. Rasanya saya tidak perlu menjelaskan tentang ini, karena saya yakin kamu bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika kamu tidak sabar.

2. Menjadi cermin baginya

>> Maksudnya disini adalah, kamu berusaha untuk menjadi contoh bagi dirinya. Ketika kamu sering memenuhi permintaannya, sesekali cobalah kamu meminta kepadanya agar dia mau memenuhi permintaan kamu juga. Misalnya, “Andi, sudah dua hari kemarin kan saya selalu jemput kamu. Besok gantian, tolong kamu yang jemput saya ya..”. Intinya dalam permintaan kamu itu memberikan sebuah penegasan bahwa kamu berharap dia harus memenuhi permintaan kamu (gantian, kita yang egois. Hihi..)

3. Berikan kritik dan saran

>> Seperti orang bijak mengatakan, “Teman sejati adalah seseorang yang tidak selalu sejalan dengan kamu”. Ketika kamu merasa tindakannya adalah salah, maka kamu sebagai sahabat harus segera mengingatkannya. Maka dari itu, ketika kamu mendapatkan waktu yang tepat, berikan dia kritik dan saran bahwa ada sesuatu hal yang tidak kamu sukai dan juga tidak baik untuknya. Memang terkadang hal ini terasa susah, tapi bukankah kamu adalah sahabat sejati baginya? So, katakan walaupun itu pahit!

4. Berikan skak mat!

>> Kamu pasti tahu Skak mat? Itu adalah istilah yang digunakan dalam permainan catur, ketika menandakan bahwa sang raja sedang berada di ambang kematian. Jadi maksudnya disini adalah, ketika kamu telah berusaha melakukan segala hal untuk merubahnya tapi dia tidak juga berubah, berikan dia skak mat! (ini menurut saya lho..). Misalnya, “Andi, kamu adalah sahabat saya. Jadi tolong dengarkan saran saya! Kalau kamu nggak juga mau mendengarkan, saya bukan lagi sabahat bagimu!”. Memang disini kesannya kita yang terlihat egois, tapi itu bertujuan demi kebaikan dia, dan juga kebaikan kamu. Dengan ucapan seperti itu diharapkan dia dapat mengintrospeksi diri dan mengetahui bahwa selama ini dia telah membuat kamu menjadi korban keegoisannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar